Saturday, July 15, 2017

Indonesia is curently ranked 14 (of 133) countries considered for the annual GFP review.


Manpower - Going beyond military equipment totals and perceived fighting strength is the actual manpower that drives a given military force. Wars of attrition traditionally favor those with more manpower to a given effort. With 

258.316.051 Total Population, 130.000.000 Man Power107.540.000 Fit - for Service4.500.000 Reaching Military Age975.750 Total Military Personel435.735 Active Personel and 540.000 Reserve Personal.

Air Power - Includes both fixed-wing and rotary-wing (helicopter) aircraft from all branches of service (Air Force, Navy, Army). Air power is just one important component of the modern military force. Attack Aircraft represents fixed-wing and dedicated forms as well as light strike types (some basic and advanced trainers fill this role). Some fighters can double as attack types and vice versa - this is how multi-role aircraft can be of considerable value. Transport and Trainer aircraft include both fixed-wing and rotary-wing types.

With total 441 Aircraft, 39 Fighter Aircraft, 58 Attack Aircraft, 170 Transport Aircraft, 111 Trainer Aircraft, 147 Helicopter Strenght and 5 Attack Helicopter.

Army Strength - Tank value includes Main Battle Tanks (MBTs) and light tanks (a few remain in service) as well as those vehicles considered "tank destroyers". There is no distinction made between all-wheel and track-and-wheel designs. Armored Fighting Vehicle (AFV) value includes Armored Personnel Carriers (APCs) as well as Infantry Fighting Vehicles (IFVs). With total 418 Tank, 1.089 Armored Fighting Vehicles, 37 Self - Propelled Artillary, 80 Towed Artillary and 89 Rocket Projectors.

Navy Strength - Aircraft Carrier value includes both traditional aircraft carriers as well as "helicopter carrier" warships (the latter growing in popularity worldwide). Cruisers are no longer tracked due to their declining value on the world stage. Submarines value includes both diesel-electric and nuclear-powered types. Total Naval Assets is not simply a sum of the presented navy ship categories - instead it includes all showcased types along with any known/recognized auxiliary vessels (not tracked individually by this site). With 221 Total Navi Asset, 7 Frigates, 24 Corvettes, 4 Submarine, 74 Patrol Craft and 12 Mine Warfare Vassels.

Natural Resources (Petroleum) - As much as any weapon system is vital to an ongoing military campaign, wars still rely on the availability of natural resources, namely petroluem (oil). BBL/DY = Barrels Per Day. With 789.800 Production (bbl/dy), 1.660.000 Comsumption (bbl/dy) and 3.693.000.000 Proven Reserves (bbl).

Logistics - War is as much a battle of logistics, moving man and machine from-to points all over, as it is direct combat. A quantitative/robust Labor Force also adds to available wartime industry. With 123.700.000 Labor Force, 1.340 Merchant Marine Strenght, 9 Major Ports / Terminal, 437.759 Roadway Coverage (km), 5.042 Railway Coverage (km) and 673 Serviceable Airports.

Finance - War goes beyond simple physical "strength-in-numbers", relying heavily on financing and effort as much as any one piece of hardware fielded. All values presented in USD ($). With $6.900.000.000 Defense Budget, $344.700.000.000 External Debt, $106.400.000.000 Foreign Exchange / Gold and $3.028.000.000.000 Purchasing Power Parity.

Geography - Geographical values primarily figure into a defensive-minded war (i.e. invasion) but can also aid a nation when responding to such an act. With 1.904.569 Square Land Area (km), 54.716 Coastline (km), 2.958 Shared Borders, and 21.579 Waterways (km).


Wednesday, January 20, 2016

JALAN PERKOTAAN

JALAN PERKOTAAN

Tipe Jalan Perkotaan
Jalan dua-lajur dua-arah (2/2 UD)
Jalan empat-lajur dua-arah
Tak-terbagi (yaitu tanpa median) (4/2 UD)
Terbagi (yaitu dengan median) (4/2 D)
Jalan enam-lajur dua-arah terbagi (6/2 D)

Bagian Ruas Jalan Perkotaan
Jalur lalu-lintas kendaraan
Kemiringan melintang jalan
Lebar jalur
Lajur
Bahu jalan
Separator jalan
Fasilitas parkir
Jalur Hijau

Jalur pejalan kaki
Jalur lambat
Median jalan
Kapasitas
Kapasitas Jalan adalah jumlah maksimum kendaraan /orang yang dapat melewati suatu penampang jalan pada lajur jalan pada periode waktu tertentu dengan kondisi jalan tertentu dan merupakan arus maksimum yang bisa dilewatkan pada suatu ruas jalan. Dinyatakan dalam kendaraan/jam atau smp/jam.

Kapasitas Dasar
Kapasitas dasar adalah kapasitas segmen jalan pada kondisi geometri, pola arus lalu lintas, dan faktor lingkungan yang ditentukan sebelumnya.

Kapasitas Jalan Kota
  Faktor - faktor pengaruhnya :
Lebar jalur atau lajur
Ada tidaknya median jalan
Hambatan bahu jalan
Gradien jalan (daerah perkotaan/luar kota)
Ukuran kota

Rumus Kapasitas Jalan Kota

C = Co x FCW x FCSP x FCSF x FCCS

Keterangan :
C = Kapasitas (smp/jam)
Co = Kapasitas dasar (smp/jam)
FCW = Faktor penyesuaian lebar jalan
FCSP = Faktor penyesuaian pemisah arah (untuk jalan tidak terbagi)
FCSF = Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan
FCCS = Faktor penyesuaian ukuran kota

Faktor Koreksi
Faktor koreksi adalah faktor penyesuaian dari kondisi ideal ke kondisi sebenarnya untuk suatu variabel tertentu.
Faktor Koreksi terdiri dari :
Faktor penyesuaian lebar jalan
Faktor penyesuaian pemisah jalan
Faktor penyesuaian hambatan samping
Faktor penyesuaian ukuran kota

Kinerja Jalan Perkotaan

Kinerja untuk ruas jalan perkotaan dapat dinilai dengan berapa paramater lalu lintas yaitu sebagai berikut :
1.) Derajat Kejenuhan (DS)
Digunakan sebagai faktor utama dalam penentuan tingkat kinerja simpang dan segmen jalan. Nilai DS menunjukkan apakah segmen jalan tersebut mempunyai masalah kapasitas atau tidak.
DS = Q/C
  Derajat kejenuhan dihitung dengan menggunakan arus dan kapasitas dinyatakan dalam smp/jam.

2.)Kecepatan
Kecepatan  tempuh  digunakan sebagai ukuran utama kinerja segmen jalan, karena mudah dimengerti dan diukur, dan merupakan  masukkan yang penting untuk biaya pemakai jalan dalam analisa ekonomi .
V = L / TT
Dimana :
V  = Kecepatan  rata-rata ruang LV  (km/jam)
L   = Panjang segmen (km)
TT  = Waktu tempuh rata-rata LV sepanjang segmen (jam)

3.) Tingkat Pelayanan Jalan
Tingkat pelayanan (level of service) adalah ukuran kinerja ruas jalan atau simpang jalan yang dihitung berdasarkan tingkat penggunaan jalan, kecepatan, kepadatan dan hambatan yang terjadi.




Tuesday, January 12, 2016

Belajar AutoCAD, Coreldraw dan Photoshop


Belajar AutoCad bahasa Indonesia

Autocad merupakan software yang digunakan untuk menggambar, mendesain, dan merancang gambar maupun grafis. Aplikasi ini biasanya digunakan oleh desainer untuk membantu mempermudah dalam mengerjakan tugasnya.

Tidak hanya profesional, Anda pun bisa menggunakan program autocad dengan mudah apabila berlatih dan belajar secara giat dan tekun. Belajar Autocad tidak hanya melalui sekolah, kursus, bimbel, atau lainnya yang menghabiskan dana untuk itu. Untuk belajar menggambar menggunakan autocad, Anda bisa mencari tambahan ilmu melalui internet dengan bantuan search engine google.


Bagi Anda yang sedang mencari referensi ntuk belajar software ini Anda bisa mendownload ebooknya melalui link yang saya berikan. Download ebook Panduan Belajar AutoCAD untuk pemula gratis versi bahasa Indonesia.

Diharapkan dengan adanya buku elektronik ini, kemampuan Anda dalam bidang menggambar menggunakan program autocad dapat bertambah dan berguna bagi pekerjaan Anda. Disarankan untuk terus berlatih dan menggali informasi mengenai software ini di internet maupun media lainnya. Terima kasih.

Update: tambahan ilmu dari teman-teman di dunia maya berupa Ebook mengenai tutorial aplikasi program pengelolah gambar 3D seperti photosop dan coreldraw. Silakan di download secara gratis.

Download tutorial panduan Photosop

Download modul Coreldraw

Download tutorial coreldraw 1

Download bag 2 tutorial coreldraw

Semoga ebook tambahan yang saya suguhkan tersebut bermanfaat bagi para pembaca dan desainer.

Estimate atau Estimator



Dalam dunia teknik sipil estimate atau estimator adalah sesuatu yang mutlak, dimana fungsinya yang sangat penting, berikut ini saya jabarkan rincian tigas sebagai Estimate atau Estimator.

Rincian tugas sebagai Estimator :
1. Membuat perhitungan rencana anggaran proyek dan rencana anggaran biaya (RAP & RAB)
-membuat daftar rincian pekerjaan secara lengkap berdasarkan gambar bestek proyek
-melakukan perhitungan volume dari setiap item pekerjaan
-membuat analisa perhitungan dari setiap item pekerjaan (bahan, upah dan alat)

2. Membuat perhitungan harga upah kerja (progres kerja)

3. Membuat time schedule dan kurva – s

4. Memberikan data informasi kebutuhan material pada bagian pembelian

5. Melakukan kontrol terhadap penggunaan material dilapangan agar sesuai dengan RAP

6. Melakukan kontrol terhadap pengeluar biaya upah kerja


Details of the task as Estimator
1.      Create a calculation of the project budget plan and budget plan (RAP & RAB)
·         Make a detailed list of the complete work by drawing bestek project
·         Propagates calculation of volume of each item of work
·         Make calculation analysis of each item of work (material, labour and tools)
2.      Making the calculation of wages (progress of work)
3.      Creating a time schedule and curve - s
4.      Provide information data on the purchase of material needs
5.      To control the use of materials in the field to match the RAP
6.      To control the cost of wage labor expenditures